PUISI : Aku

Aku bukanlah mentari yang hanya berseri disiang hari Aku bukan rembulan yang hanya bersinar dimalam kelam Aku juga bukan bunga yang hanya bersemi sekejap mata … Baca lengkap

PUISI : Mata Hati

Banyak orang punya mata Namun mata hatinya buta Banyak orang buta mata Namun mata hatinya peka   Banyak orang punya telinga Namun tuli hatinya Banyak … Baca lengkap

PUISI : Sangkakala

Sangkakala Suaramu t’lah terdengar dimana-mana Sebagai tanda akhir zaman telah tiba Meski banyak orang tidak percaya Namun fakta akan menjadi nyata   Sangkakala Kehadiranmu sebagai … Baca lengkap

PUISI : Menabung Di Surga

Menabung di surga Berbunga berlipat ganda Dapat diambil kapan saja Bebas pajak dan sebagainya   Menabung di surga Dapat berbentuk apa saja Dapat dilakukan siapa … Baca lengkap

PUISI : Menanti Kehadiran Tuhan

Mentari kini kau beranjak pergi Menyisakan gelap menyelimuti Malam seakan begitu sunyi Semua kawan seakan sembunyi   Sanggupkah hati ini menghadapi sepi Detak jantung kian … Baca lengkap

PUISI : Keabadian

Keabadian adalah tujuan Bebas dari penderitaan Lepas dari kesakitan Air matapun dihapuskan   Menikmati buah kehidupan Bersekutu dengan TUHAN Hidup dalam kemuliaan Penggenapan janji TUHAN … Baca lengkap

PUISI : Bukankah

Bukankah bulan dapat berbicara Meski tanpa bahasa dan suara Namun nampak disinarnya yang mempesona Sanggup mengobati hati yang merana   Bukankah angin dapat bernyanyi Meski … Baca lengkap

PUISI : Pernikahan Suci

Berpadunya dua hati Atas dasar cinta sejati Saling mengikatkan diri Tuk menjadi satu hati   Pernikahan suci Bukanlah suatu permainan Yang sekedar kesenangan Namun perlu … Baca lengkap