DIAM BERSAMA TUHAN
“Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu, maka Aku mau diam bersama-sama kamu di tempat ini.” Yeremia 7:3
Tak selamanya hidup itu indah. Ada saat kekelaman itu menerpa iman kita. Ada saat badai itu menghempaskan kita, kita jatuh tersungkur dan kesakitan. Kadang kita merasa seakan ditinggalkan oleh Tuhan. Kita berseru, namun Ia tetap jauh. Kita berteriak namun tidak ada jawaban. Bahkan Tuhan Yesuspun pernah mengalami-Nya. Saat kayu salib itu menggantungnya. Saat paku-paku tajam menusuk kedua tangan dan kakinya. Tuhan Yesus tidak berdosa. Tetapi saat dosa seluruh dunia ditanggungnya. Ia merasa kehilangan Allah. Ia berteriak. “Eli-eli lama sabakhtani” yang artinya, “Allahku-Allahku mengapa Engkau meninggalkan Aku”. Hadirat Allah tidak dirasakan karena dosa yang ditanggungnya.
Yeremia sebagai nabi besar. Ia menyampaikan Firman Tuhan. “Perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu, maka Aku mau diam bersama-sama kamu di tempat ini.” Saat bangsa Israel jatuh dalam dosa. Mereka tidak merasakan hadirat Allah. Doa-doa mereka tidak di jawab. Tidak ada berkat ataupun pertolongan dari Tuhan. Firman Tuhan, jika bangsa Israel mau bertobat dan memperbaiki tingkah langkah dan perbuatan yang tidak di kenan Tuhan. Maka Tuhan akan diam bersama-sama dengan mereka.
Tak selamanya perjalanan hidup itu mulus. Kadang kerikil-kerikil tajam menusuk kaki. Kadang kesuraman mengikuti langkah. Kita berseru, namun Ia tetap jauh. Berteriak, namun tak ada jawaban apa-apa. Yang dirasakan seakan Tuhan itu jauh. Perasaan Tuhan telah meninggalkan. Hal itu bisa terjadi oleh karena dosa-dosa. Dibutuhkan pertobatan dan pengakuan jujur di hadapan Tuhan. Perlu meneliti lebih dalam hati. Dibutuhkan pemeriksaan lebih tajam hidup kita. Saatnya berkaca. Mungkinkah masih ada dosa-dosa yang menyelinap dalam hati. Yang mengakibatkan hadirat Tuhan tidak dirasakan. Penyertaan Tuhan tidak di alami.
Pada saat kehilangan hadirat Tuhan. Marilah, mengaku dihadapan Tuhan, atas segenap dosa-dosa. Semua kesalahan-kesalahan. Setiap pelanggaran-pelanggaran. Segala tingkah-langkah dan perbuatan yang tidak dikenan Tuhan. Agar Tuhan berkenan diam bersama-sama. AnugrahNya, pertolonganNya, kasihNya bahkan jawabanNya. Senantiasa menghiasi hidup kita. Menjadi milik kita selalu. Amin. Tuhan memberkati.