“Apa yang engkau sendiri taburkan, tidak akan tumbuh dan hidup, kalau ia tidak mati dahulu.” I Korintus 15:36
Kematian biasanya merupakan suatu akhir dari segala sesuatu. Namun berbeda dengan kematian Kristus. Kematian Kristus adalah awal segala kehidupan baru. Sebab kematian Kristus adalah sama seperti biji yang ditaburkan untuk ditanam. Biji yang di tanam adalah biji yang sudah mati dan di keringkan. Namun setelah di tanam beberapa saat, ia akan bertunas dan tumbuh menjadi sebuah tanaman baru yang segar.
Kristus mati di atas kayu salib. Bagi murid-murid-Nya itu adalah akhir segala sesuatu. Bagi musuh-Nya itu adalah kemenangan. Tetapi bagi orang beriman itu adalah awal suatu kehidupan baru. Sebab Ia tidak mati selamanya. Ia akan bangkit untuk memulai kehidupan baru. Ia mengalahkan kematian itu sendiri.
Kadang kita mengalami suatu hal yang sama. Persoalan-persoalan dalam hidup kita demikian tragis, hingga itu merupakan suatu kematian dalam berbagai hal. Kematian atas usaha kita, bangkrut sampai habis-habisan. Kematian atas atas rencana hidup kita, gagal total dalam segala hal. Bahkan kematian organ-organ tubuh kita. Tetapi ingatlah justru di situlah Allah akan memulai suatu kehidupan baru bagi kita. Allah sanggup membangkitkan dengan tunas yang baru. Yang lebih baik. Yang sesuai dengan kehendak Allah. Allah sanggup memberikan menghidupkan kembali bersama dengan kebangkitan iman kita.
Marilah kita yakini. Kematian-kematian yang terjadi dalam kehidupan kita bukanlah akhir segala sesuatu. Tetapi itu merupakan awal kehidupan baru. Amin. Tuhan memberkati.
