Puisi: MEMIKUL SALIB

Tertatih-tatih, terasa perih namun tak merintih
Terseok-seok, dijalan terjal melangkah pedih
Kayu kasar, memalang di pundak berat menindih
Caci maki, umpatan, kutukan terdengar risih

Jalan masih panjang berliku harus dilalui
Cambuk kasar mendera bertubi tiada henti
Dimanakah para murid yang setia selama ini?
Masih adakah janji mereka setia sampai mati?

Namun jalan salib harus dijalani
Minum cawan tidak boleh dilewati
Dosa manusia harus dapat diampuni
Demi kehidupan kekal abadi

(Tunas Putra)


LAYANAN DOA SION ONLINE
085 7288 30700
Chat WA only. Gratis

Tinggalkan komentar